PDAM Banjarmasin, Mulai Dinilai Parah

599

Fokusbatulicin.Net – Banjarmasin//  Meski hujan deras mengguyur Banjarmasin beberapa hari terakhir, kadar garam di Sungai Martapura tak kunjung menurun. Air baku dari Intake Sungai Bilu masih belum bisa diolah PDAM.

Bahkan, menurut Humas PDAM Bandarmasih Muhammad Nur Wakhid, inilah kadar garam tertinggi sejak empat tahun terakhir. Anak Sungai Barito itu sedang asin-asinnya. “Tahun 2015 silam, paling tinggi tembus 5 ribu miligram per liter.

Tahun ini mencapai 6.075 miligram per liter,” sebutnya, kemarin. Atau 24 kali lipat dari ambang batas normal. Sesuai peraturan Menteri Kesehatan, ambang batas kadar garam air baku adalah 250 miligram per liter. Diatas itu, tak lagi sehat untuk diolah menjadi air bersih.

Baca Juga  Corona : Perbatasan Tanbu, Dijaga Ketat

Jika hujan sudah turun, lalu mengapa intrusi air laut di Sungai Martapura tak kunjung berhenti? Ditegaskan Wakhid, Banjarmasin adalah bagian hilir sungai, bukan hulu.

“Karena airnya mengumpul di situ-situ saja. Tidak keluar ke laut. Berbeda jika hujan mengguyur daerah hulu di Banua Enam. Baru bisa mendorong air asin ke laut,” jelasnya.

Intrusi air laut atau pencemaran air asin ke sungai merupakan fenomena lumrah pada musim kemarau. Ini masalah tahunan yang dihadapi Banjarmasin. Dampak dari penyetopan operasional Intake Sungai Bilu, distribusi air ke sebagian area pelanggan pun terganggu.

Ada yang mengucur kecil, adapula yang mati total. PDAM lalu menggratiskan pengiriman air lewat mobil tangki. Khusus untuk area pelanggan yang menderita krisis air.

Baca Juga  Selain Sebagai Event Budaya Maritim, Pesta Pantai Juga Wadah Pameran Pembangunan

Syaratnya, pengajuan ditandatangani minimal lima warga. Plus distempel ketua rukun tetangga setempat. “Silakan diantar langsung permohonannya ke kantor PDAM di Jalan Pramuka,” tukasnya.

Apakah sudah banyak yang meminta pelayanan mobil tangki? Jawabnya banyak. Wakhid pun meminta pelanggan bersabar. Antreannya panjang.

Pengiriman air pun kerap datang terlambat. “Saran kami, warga siapkan dulu tandon dan penampungan air lainnya,” pintanya. Sedangkan untuk restoran, hotel dan usaha lainnya diharuskan membayar.

Sementara di unit pelayanan PDAM di Jalan Pramuka, S Parman dan Sutoyo S, disediakan tandon besar. Pelanggan boleh mengambil air dari situ tanpa dipungut bayaran. “Cukup bawa ember dan galon masing-masing,” pungkasnya. (hid/fud/ema, Prokal//Radarbanjarmasin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here