MTQ 2019, Tanah Bumbu Target 5 Besar

631

fokusbatulicin.net – Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor secara resmi membuka MTQ Nasional ke XXXII Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) di Kotabaru Minggu (03/11/2019) malam, di taman wisata Siring Laut Kotabaru.

Pembukaan MTQ ditandai dengan pembunyian sirine dan pemukulan beduk oleh Gubernur, diikuti seluruh Bupati dan Walikota di Kalsel yang turut hadir mendampingi para kafilahnya se Banua. Diantaranya, Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor yang turut memukul beduk dengan logo Bersujud.

Ketua Umum LPTQ Tanah Bumbu H Rooswandy Salem mengatakan, pelaksanaan MTQ 2019 ini menargetkan para Kafilahnya bisa meraih urutan 5 besar, setelah melalui evaluasi dan upaya maksimal.

Dia mengungkapkan strategi yang dilakukan pihaknya sudah melakukan evaluasi kesemua lomba, dimana pada tahun tahun sebelumnya ada beberapa lomba yang tidak diiikuti, sehingga itu tidak akan menambahkan nilai.

Baca Juga  DiskominfoSP gelar Sosialisasi KIM

“Namun MTQ tahun ini hampir semua lomba sudah disiapkan untuk kafilah maupun pesertanya. Kita berharap semua bisa bertanding serta memberikan nilai semoga itu bisa mendongkrak prestasi dari MTQ ini untuk Kabupaten Tanah Bumbu,” ucap Rooswandi disela persiapan pembukaan MTQ.

Meski itu lanjut Sekda Tanah Bumbu ini, kepada para kafilah sejatinya lebih memperhatikan kesehatannya. Dimana suhu di Kotabaru dan Tanah Bumbu kondisinya sangatlah berbeda.

“Untuk kesehatan perlu dijaga sampai beberapa hari kedepan, kerena kalau salah pola makan tentu akan mempengaruhi kualitas suara maupun daya tahan tubuh para kafilah yang ikut lomba. Disamping itu yang perlu dijaga adalah rasa kekeluargaan maupun etika selama berada di kampung orang,” tuturnya.

Baca Juga  Sejumlah Tokoh Agama Dan Tokoh Lembaga Adat, Ziaroh Bareng Sekda

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan dalam sambutannya saat membuka MTQ XXXII menyampaikan rasa bangganya dengan seluruh kafilah yang menjadi peserta. Menurutnya, MTQ adalah momentum yang setiap tahun dilaksanakan dan menjadi cara untuk mensyiarkan Alquran kesemua umat Islam.

“MTQ bukan sekedar lomba biasa, namun harus dimaknai dengan penghayatan yang lebih mendalam sekaligus pedoman dalam menjalani kehidupan sehari hari,” ujarnya. (TFB)