KM 171 Dibahas Di Tingkat Kalsel

76

Bupati Tanah Bumbu, Abah Zairullah Azhar hadir dalam acara Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) atau Audiensi, yang digelar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, di Aula Ismail Abdullah lt 4, Senin (19/06/23) secara virtual.

RDPU sendiri digelar dalam rangka menidaklajuti aspirasi dari berbagai elemen masyarakat terkait permasalahan Infrastruktur, lingkungan hidup dan tata kelola pertambangan di Kalimantan Selatan yang merujuk pada permasalahan kerusalan Jalan Nasional Km 171.

Rapat dipimpin langsung Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK, melalui RDPU ini ia berharap sesegeranya ada solusi sebagai titik terang permasalahan kerusakan jalan tersebut, dan mendesak agar secepatnya mendapat keputusan siapa yang bertanggung jawab atas kerusakan jalan yang terletak di Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu itu.

Baca Juga  Rumah Tahfidz Dusun Dermaga Sebamban Baru, Diresmikan

Pada RDPU ini, Supian HK mempersilakan ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalsel, H. Sahrujani untuk menjelaskan kronologis sejumlah upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Wakil Rakyat “Rumah Banjar” dalam menyikapi km 171 Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu sesui bidang komisinya yang menangani terkait pembangunan dan infrastruktur.

Sementara itu, Bupati Tanah Bumbu Zairullah Azhar menyambut baik langkah positif yang ditempuh oleh wakil rakyat, untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di wilayah Tanah Bumbu.

Sejauh ini Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu telah mengupayakan membuat alternatif jalan untuk kenyamanan pengguna jalan, kendati menurutnya hal tersebut bukan merupakan tanggung jawab pemerintah kabupaten.

Baca Juga  Agustus Diprediksi Bakal Kemarau, Pemkab Tanbu Mulai Lakukan Persiapan Cegah Kebakaran Hutan

“Dengan biaya Rp 6 Milyar kami beli tanah jalan alternatif itu meskipun belum bisa maksimal,” ungkap Abah Zairullah.

Dirinya juga menjelaskan, hingga tanggal 16 Mei 2023 masih belum ada kepastian siapa yang bertanggung akan hal tersebut, hingga kami mengambil langkah untuk membuat jalan alternatif tersebut.

RDPU tersebut berlangsung alot dan tak menemukan titik terang, hingga Supian HK mengambil langkah tegas, dalam waktu dekat, pihaknya membuat jadwal akan bertandang ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia di Jakarta dengan memboyong sejumlah LSM untuk meneruskan perjuangan. (Mil/rel)