Jadwal Gerhana Matahari Total Sebelum Lebaran 2024 dan Lokasinya

129

Gerhana matahari merupakan fenomena alam yang menarik perhatian banyak orang. Sebagai informasi, akan ada dua gerhana matahari yang terjadi pada tahun 2024. Gerhana matahari total akan terjadi sebelum Lebaran 2024, sedangkan gerhana matahari cincin diprediksi terjadi menjelang akhir tahun.

 

Mengutip laman Bosscha ITB, gerhana matahari adalah fenomena yang terjadi saat bulan tepat berada di antara bumi dan matahari sehingga bayangan bulan jatuh ke sebagian permukaan bumi. Sebagai informasi, gerhana matahari terbagi dalam beberapa jenis, salah satunya gerhana matahari total yang akan terjadi dalam waktu dekat.

Jadwal Gerhana Matahari Total 2024 dan Lokasinya

Gerhana matahari total akan terjadi sebelum lebaran 2024 atau pada Senin, 8 April 2024 sebagaimana dilansir laman NASA. Sayangnya, fenomena ini tidak dapat disaksikan di berbagai penjuru dunia.

Adapun gerhana matahari total tahun ini hanya akan melintasi wilayah Amerika Utara, seperti Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko. Kota-kota yang dilintasi antara lain Texas, Arkansas, Missouri, Illinois, Indiana, Kentucky, Ohio, Pennsylvania, New York, New Hampshire, dan Maine.

Perlu diketahui bahwa fenomena ini akan menggelapkan wilayah tersebut selama beberapa menit.

Fakta tentang Gerhana Matahari Total

Lebih lanjut, NASA mengungkapkan bahwa Gerhana Matahari Total tahun ini akan lebih lama dibanding dengan tahun 2017. Kala itu, diperkirakan 215 juta orang dewasa di Amerika Serikat menyaksikan fenomena ini.

Baca Juga  TNI AU Siapkan Helikopter Evakuasi Korban Sriwijaya Air SJ 182

Posisi bulan saat gerhana matahari 2017 sedikit lebih jauh dari Bumi. Ini menyebabkan jalur gerhana sedikit lebih tipis dengan lebar jalurnya berkisar antara 62 hingga 71 mil (99,8 sampai 114,3 km).

Pada saat itu, durasi totalitas terlama dialami di dekat Carbondale, Illinois, yaitu 2 menit 42 detik. Jalur Totalitas ini berarti bulan menghalangi matahari sepenuhnya sehingga memperlihatkan corona (atmosfer luar bintang).

Menurut NASA, gerhana tahun 2024 diperkirakan akan menjadi lebih menarik karena terdapat perbedaan signifikan dalam jalur, waktu, dan potensi penelitian dibandingkan dengan gerhana sebelumnya. Jalur totalitasnya juga diprediksi akan lebih lebar daripada gerhana tahun 2017.

Jalur gerhana di Amerika Utara diproyeksikan memiliki lebar antara 108 hingga 122 mil (sekitar 173,8-196,3 km), yang pada titik tertentu dapat mencakup area yang lebih luas. Sebagai hasilnya, sekitar 99 persen populasi AS diperkirakan dapat menyaksikan gerhana sebagian atau total dari lokasi mereka tinggal.

Setiap negara bagian di AS yang berdekatan, bersama dengan sebagian Alaska dan Hawaii, kemungkinan akan mengalami gerhana matahari sebagian setidaknya. Pada titik tertentu, gerhana total diprediksi akan berlangsung hingga 4 menit 28 detik, khususnya di sekitar barat laut Torreón, Meksiko.

Baca Juga  Waspada Virus Mutasi Cov-2 Omicorn, Varian BA.4 & BA.5 Diduga 'Lolos' Vaksin

Ketika gerhana melewati wilayah Texas, totalitasnya diperkirakan akan berlangsung sekitar 4 menit 26 detik di tengah jalur gerhana. Durasi totalitas yang melebihi 4 menit juga diharapkan akan terjadi hingga ke utara, mencapai Economy, Indiana, AS.

Namun, ketika gerhana keluar dari wilayah AS dan memasuki Kanada, durasi totalitasnya kemungkinan akan berkurang menjadi sekitar 3 menit 21 detik.

Gerhana Matahari Total di Indonesia

Sayangnya, fenomena gerhana matahari Total 2024 ini tidak akan melintasi wilayah Indonesia sehingga detikers tidak dapat menyaksikannya di Indonesia secara langsung. Hal ini sesuai dengan pernyataan Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Farahhati Mumtahana.

“Ada juga fenomena gerhana di tahun 2024, tetapi sayangnya tidak melintas di wilayah Indonesia. Namun dapat dijadikan pertimbangan jika ingin merencanakan wisata atau ekspedisi mengejar gerhana,” ungkapnya, dikutip dari situs BRIN.

Dilansir dari detikInet, Gerhana Matahari Total terakhir kali melintasi wilayah Indonesia pada 9 Maret 2016 lalu. Fenomena astronomi yang langka tersebut melintasi hampir sebagian besar wilayah Indonesia dari barat hingga timur.