Indonesia Peringkat Ke 5 Tertinggi Didunia, Anak Stunting

616
fokusbatulicin.net – Keadaan Indonesia yang berada diposisi kelima dunia untuk jumlah anak dengan kondisi Stunting, hal ini terjadi karena masalah kekurangan asupan gizi yang cukup lama akibat pemberian asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizinya.
Demikian Laporan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kab. Tanah Bumbu, H Abdul Latif dalam laporannya saat penyelenggaraan  Bimbingan Teknis Pendidikan Keluarga pada pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) di gedung Mahligai Bersujud Kecamatan Simpang Empat, Kamis (31/10) tadi.
Bimtek ini dibuka langsung oleh Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor dan dihadiri juga oleh Ketua TP PKK Tanbu Hj Sadariah dan narasumber dari Direktorat Jenderal Pembinaan Pendidikan Keluarga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Taufiqur Rohman, serta para undangan lainnya.

Tahun 2018, dari beberapa media massa merilis, Indonesia merupakan negara nomor 4 dengan angka Stunting tertinggi di dunia. Lebih kurang sebanyak 9 juta atau 37 persen balita Indonesia mengalami stunting (kerdil).
Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang ditandai tinggi badan anak lebih rendah dari standar usianya. Kondisi ini diakibatkan kurangnya asupan gizi dalam waktu cukup lama sebagai dampak dari pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi, terutama dalam periode emas seribu hari pertama kehidupan. Seribu hari pertama kehidupan dihitung sejak 9 bulan anak di dalam kandungan ibu hingga 2 tahun kehidupannya.
Bimtek ini diikuti oleh kader PKK Kabupaten, kecamatan hingga desa serta pengelola lembaga PAUD dalam upaya memberikan pemahaman kepada para peserta dalam rangka penurunan angka Stunting di Kabupaten Tanah Bumbu.
Bupati H Sudian Noor dalam sambutannya sangat mengapresiasi atas penyelenggaraan Bimtek Pendidikan Keluarga pada 1000 HPK ini. Ia berharap kiranya seluruh peserta benar-benar memanfaatkan momentum ini dalam upaya peningkatan pengetahuan terhadap penanganan kekurangan asupan gizi di masyarakat.

“1000 HPK merupakan masa penting yang berpengaruh pada perkembangan anak secara keseluruhan, masa terhitung semenjak anak di kandungan hingga berusia 2 tahun, selain itu perkembangan anak juga sangat dipengaruhi oleh pengasuhan yang diterapkan dalam keluarga. Oleh karena itu peran keluarga sangatlah besar dalam upaya pencegahan Stunting,” kata Bupati.
Bupati menghimbau peserta bimtek untuk serius guna meningkatkan pengetahuan dalam upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat, khususnya pada 1000 hari pertama kehidupan agar hadir anak- anak yang sehat cerdas dan kreatif. Serta dapat bersama-sama bersatu membangun Kabupaten Tanah Bumbu yang makin maju dan sejahtera. (TFB)