Berikut Keutamaan Membaca Alqur’an Dibulan Ramadhan

248

Memperbanyak bacaan Al-Quran di bulan suci Ramadhan sangat dianjurkan bagi umat Islam. Salah satu sebabnya adalah karena banyaknya keutamaan dari membaca Al-Quran.

Menurut pendapat sebagaian ulama bahwa diketahui Nabi Muhammad SAW pertama kali menerima wahyu pada 17 Ramadhan 610 Masehi. Kala itu, wahyu yang turun adalah surat Al-Alaq ayat 1-5. Kini, peristiwa turunnya wahyu pertama ini kerap diperingati dengan perayaan Nuzulul Quran.

Turunnya Al-Quran di bulan Ramadhan juga diabadikan Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 185. Berikut ini bunyi potongan ayatnya dikutip dari Quran Kemenag:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ

Artinya: “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil).

Lantas, apa saja keutamaan membaca Al-Quran di bulan Ramadhan?

1. Mendapatkan Pahala Berlipat Ganda
Telah termasyhur sebuah hadits yang menunjukkan bahwa membaca Al-Quran akan mendapat pahala berlipat ganda. Lebih-lebih jika amalan ini dilakukan di bulan Ramadhan. Adapun hadits yang mendasarinya adalah hadits riwayat Tirmidzi berikut:

عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ.

Artinya: “Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu berkata: “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: ‘Siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi sepuluh kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.”

2. Mendapat Syafaat di Hari Kiamat
Terdapat sebuah hadits dari Muslim yang dengan tegas menyatakan bahwa nantinya Al-Quran akan memberi syafaat di hari kiamat. Redaksi haditsnya adalah sebagai berikut:

عن أَبي أُمامَةَ رضي اللَّه عنهُ قال : سمِعتُ رسولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقولُ : « اقْرَؤُا القُرْآنَ فإِنَّهُ يَأْتي يَوْم القيامةِ شَفِيعاً لأصْحابِهِ » رواه مسلم

Artinya: “Dari Abu Amamah ra, aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan menjadi syafaat bagi para pembacanya di hari kiamat.” (HR. Muslim)

Hal ini juga tertera dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Ahmad. Ini arti haditsnya:

“Puasa dan Al-Quran itu akan memberi syafaat bagi seorang hamba di hari kiamat. Puasa berkata: ‘Ya Tuhan, aku menyebabkan dia menahan makan dan syahwatnya di siang hari, maka berilah aku izin untuk untuk memberi syafaat untuknya.’ Dan berkata Al-Quran: ‘Aku mencegah dia tidur di malam hari, sebab itu izinkanlah aku memberi syafaat untuknya.’ Maka syafaat kedua-duanya diterima oleh Allah.” (HR. Ahmad)

Baca Juga  Mesjid Keramat HST, Bukti Penyebaran Islam Demak Pertama Di Kalimantan

3. Mengangkat Derajat di Hadapan Allah SWT
Keutamaan membaca Al-Quran berikutnya adalah mengangkat derajat seorang hamba di hadapan Allah SWT. Hal ini merupakan janji Allah yang disampaikan melalui sabda Rasulullah SAW:

عن عمرَ بن الخطابِ رضي اللَّه عنهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « إِنَّ اللَّه يرفَعُ بِهذَا الكتاب أَقواماً ويضَعُ بِهِ آخَرين » رَوَاهُ مُسْلِمُ

Artinya: “Dari Umar bin Khattab RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: ‘Sesungguhnya Allah SWT akan mengangkat derajat suatu kaum dengan kitab ini (Al-Qur’an), dengan dengannya pula Allah akan merendahkan kaum yang lain.” (HR. Muslim)

4. Merasakan Ketenangan di Hati
Apabila Al-Quran dibaca dan dipelajari oleh sekelompok orang di masjid, maka mereka akan mendapatkan ketenangan, rahmat, dan naungan dari malaikat Allah SWT. Landasannya adalah sebuah hadits dari Muslim no. 2700:

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتِ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمْ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

Artinya: “Tidaklah berkumpul suatu kaum di sebuah rumah Allah (masjid), mereka membaca Kitab Allah dan mempelajarinya di antara mereka, terkecuali akan turun ketentraman kepada mereka, hati-hati mereka dipenuhi rahmat, diliputi oleh para malaikat, dan Allah menyebut mereka di hadapan makhluk-Nya.”

5. Meraih Dua Pahala
Keutamaan membaca Al-Quran ini dikhususkan untuk orang yang membaca Al-Quran dengan susah payah dan terbata-bata. Informasi tentang pahala ini termaktub dalam hadits riwayat Muslim nomor 898:

الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَاعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌ لَهُ أَجْرَانِ

Artinya: “Orang yang mahir membaca Al-Quran, maka dia akan bersama dengan para malaikat yang mulia. Sedangkan orang yang membaca Al-Quran dengan terbata-bata dan bersusah payah untuk membacanya, maka baginya dua pahala (satu pahala dari membacanya dan satunya dari keterbata-bataannya dan kesusahannya dalam mebaca.)”

6. Menjadikan Pembacanya Sebaik-baik Manusia
Umat Islam yang mempelajari Al-Quran kemudian mengajarkannya adalah sebaik-baik manusia. Dari Utsman bin Affan RA, Rasulullah SAW pernah bersabda:

Baca Juga  Tata Cara Sholat Tarawih 20 Rakaat

عن عثمانَ بن عفانَ رضيَ اللَّه عنهُ قال : قالَ رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « خَيركُم مَنْ تَعَلَّمَ القُرْآنَ وَعلَّمهُ » رواه البخاري

Artinya: “Dari Utsman bin Affan RA, Rasulullah SAW bersabda: ‘Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya.” (HR. Tirmidzi)

7. Mengikuti Sunnah Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad SAW kerap kali membaca Al-Quran di bulan Ramadhan. Bahkan, Rasulullah diketahui menamatkan Al-Quran setiap tahunnya pada bulan Ramadhan. Ditilik dari situs Nahdlatul Ulama Lampung, Imam Bukhari pernah meriwayatkan hadits yang bunyinya:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

Artinya: “Dari Ibnu Abbas berkata: Rasulullah saw adalah manusia yang paling lembut terutama pada bulan Ramadhan ketika malaikat Jibril as menemuinya, dan adalah Jibril mendatanginya setiap malam di bulan Ramadhan, dimana Jibril mengajarkannya Al-Qur’an. Sungguh Rasulullah saw orang yang paling lembut daripada angin yang berhembus.”

8. Mendapatkan Obat
Dirujuk dari situs resmi International Islamic Boarding School Ar-Rohmah, salah satu nama Al-Quran adalah asy-Syifa. Asy-Syifa sendiri merupakan kata bahasa Arab yang artinya obat penyembuh.

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Isra’ ayat 82:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاء وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ

Artinya: “Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi obat penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”

Menanggapi ayat ini, para ulama memiliki perbedaan pendapat. Pendapat pertama menyatakan bahwa obat dalam ayat tersebut adalah obat untuk penyakit hati seperti kebodohan dan keraguan. Sementara itu, pendapat kedua mengartikan obat sebagai penawar penyakit lahiriyah seperti infeksi dan sakit kepala.

9. Menerima Pahala seperti Sholat Sepanjang Malam
Mengutip informasi dari laman resmi SMP al-Amin 1 Batealit, dijelaskan bahwa seorang muslim yang membaca sebanyak 100 ayat dari Al-Quran pada suatu malam, ia akan menerima pahala layaknya sholat sepanjang malam.

عنْ تَمِيمٍ الدَّارِىِّ رضى الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- مَنْ قَرَأَ بِمِائَةِ آيَةٍ فِى لَيْلَةٍ كُتِبَ لَهُ قُنُوتُ لَيْلَةٍ

Artinya: “Tamim ad-Dary RA berkata: ‘Rasulullah SAW bersabda, ‘Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam, dituliskan baginya pahala sholat sepanjang malam.” (HR. Ahmad dengan derajat shahih)