Batulicin Turun Hujan Lebat

669

Fokusbatulicin.Net – Kali kedua Hujan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Tanah Bumbu dan sekitarnya. Tepat 12.00 siang Rabu (02/10) hujan Lebat mengguyur Seluruh Wilayah Batulicin dan Simpang Empat disertai dengan guntur yang menggelegar. Hujan kali ini, diawali dengan mendung tebal yang meliputi atas langit Bumi Bersujud.

ketika fokusbatulicin.net mengitari kawasan Kecamatan Simpang Empat dan Batulicin, hujan terjadi secara sporadis tidak menyeluruh. Bahkan kota Pagatan yang paling dekat jarak tempuhnya dengan Kota Batulicin, tidak tersentuh gerimis sekalipun. begitu juga bagian wilayah kecamatan Karang Bintang dan Kusan Hulu, di daerah ini hanya sebagian daerah bersambitan saja yang mengalami hujan.

Dari pantauan, sejumlah ruas jalan provensi dan jalan kabupaten yang sudah beraspalpun tergenang air hujan. bahkan tanah desa yang kering seketika itu juga terlihat basah dan mulai membuat genangan genangan air kecil mengisi lubang lubang badan jalan meski hujan terjadi hanya sekitar 30 menit saja.

Baca Juga  Zairullah KunjungiTeluk Kepayang

sejumlah warga batulicin yang tinggal disekitar jalan poros Kusambi, sebut saja Iwan (42) yang dijumpai media saat berteduh usai memadamkan api kebakaran hutan yang terjadi di dekat kawasan permukiman tempat tinggalnya ini berharap, hujan lebat kali ini mampu memadamkan semua titik api di Tanah Bumbu. Sehingga asap tebal yang membuat sesak nafas ini hilang dari udara.

“mudahan hujannya tambah lebat, kasian warga disini terserang asap, hingga sesak nafas rasanya” ujar Iwan.

Sementara itu, belum lama tadi Kepala Stasiun Klimatologi Bandara Gusti Syamsir Alam, Stagen, Kotabaru, Cucu Kusmayancu menyatakan, hujan yang terjadi di sejumlah wilayah Batulicin merupakan intensitas ringan beberapa kali mengguyur wilayah ini karena pola angin konvergen sehingga terjadi penumpukan uap air.

Baca Juga  Habib Syekh Pukau Ribuan Jamaah

Menurut Cucu, hujan beberapa kali mengguyur di Kalimantan Selatan tak kecuali wilayah Tanahbumbu, itu karena pengaruh dari tekanan rendah di Pasifik dekat Pilipina sehingga terjadi penumpukan masa udara di wilayah Kalsel. Hal ini seiring dengan matahari sudah berpindah ke belahan bumi selatan dan semakin dekat ke Nopember, maka hujan-hujan lokal akan terjadi.

Berdasarkan prakiraan, awal musim hujan terjadi pertengahan bulan Nopember. Sedangkan puncak musim hujan terjadi pada bulan Januari. (TFB)