BANJIR Terparah Dalam 25 Tahun Belakangan di Kalsel

618

fokusbatulicin.net – Kota Amuntai dan sekitarnya benar-benar hampir kolaps! oleh banjir kiriman yang datang dari Kabupaten Balangan dan Tabalong.

Sejumlah ruas jalan didalam kota Amuntai ketinggian air mencapai lutut orang dewasa seperti Jalan Muhajirin depan rumah dinas Kapolres HSU dan Jalan Basuki Rahman depan Rumah Sakit Pambalah Batung.

Namun kondisi lebih parah dialami warga yang bermukim dikawasan lebih rendah seperti di Desa Danau Terate dan sekitarnya, Desa Tambalangan dan Hulu Pasar ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) H Adi Lesmana di Amuntai, Senin (10/02/20) mengatakan kondisi banjir kali ini paling tinggi kedalaman airnya selama kurun 25 tahun terakhir yang ia ketahui.

Ketinggian banjir di Kota Amuntai hingga mencapai lutut orang dewasa. (Antaranews Kalsel/Eddy Abdillah)

“Ya… ini yang paling dalam airnya, saya berharap para orang tua lebih berhati-hati mengawasi anak-anak agar tidak bermain di kawasan banjir,” ujar Adi.

Baca Juga  Akibat Aktifitas Tambang liar, Destinasi Wisata Air Terjun ini Terancam

Berdasarkan pantauan, debit air terus meningkat sejak Minggu pagi hingga Senin pagi. Beberapa ruas jalan bahkan sulit dilewati kendaraan roda dua dan empat. Beberapa pengendara yang memaksa mengarungi banjir mengalami mati mesin.

Selain itu ruas jalan dari Pantai Hambawang menuju Kota Amuntai, tepatnya di Desa Kandang Halang dan Pasar Senin juga terendam banjir cukup deras dan dalam sehingga kendaraan roda dua yang melintas harus ekstra hati-hati agar tidak mati mesin mendadak.

Pihak kepolisian harus memasang garis polisi (police line) di sejumlah tepi ruas jalan yang terdapat saluran air ataupun lobang trotoar cukup dalam yang bisa membahayakan pengguna jalan khususnya anak-anak.

Wakil Bupati HSU H Husairi Abdi meninjau lokasi banjir di Desa Tangga Ulin. (Antaranews Kalsel/Eddy Abdillah)
  • Warga Kelurahan Sungai Malang juga terkejut karena banjir menggenangi wilayah kelurahan ini yang biasanya jarang terdampak banjir.

    Sementara, pihak BPBD HSU sampai mengoperasionalkan perahu karet didepan halaman Rumah Sakit Pambalah Batung untuk membantu menyeberangkan pasien, petugas medis dan pengunjung ke lokasi parkir diseberang jalan.

    “Satu perahu karet lagi kita siagakan di Posko jika sewaktu-waktu masyarakat atau instansi pemerintah membutuhkan,” ujar Kasi logistik dan kedaruratan BPBD HSU Udi Hartono.

    Udi mengatakan pihak BPBD bersama aparat Polres dan Kodim dibantu TRC dan Tagana melalukan patroli keliling ke kawasan banjir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

    Wakil Bupati HSU H Husairi Abdi bersama beberapa pejabat Pemkab meninjau lokasi banjir di Desa Tangga Ulin. Husairi menghimbau warga khususnya yang berdomisili di tepi sungai untuk tetap waspada mengingat arus sungai Balangan dan Tabalong masih cukup deras. (ANTARA)