Banjir Terjang Sangihe, 3 Tewas Ratusan Warga Terisolasi

614
fokusbatulicin.net Banjir bandang memporakporandakan tiga desa di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, Jumat (3/1/2020).
Banjir yang terjadi sekitar pukul 06.00 Wita tersebut menghanyutkan sejumlah rumah warga dan sedikitnya memakan tiga korban jiwa.
Bupati Sangihe Jabes Gaghana mengatakan, tiga orang yang meninggal akibat diterjangbanjir bandang itu satu diantaranya sudah berhasil dievakuasi petugas.
Sedangkan dua sisanya masih dalam proses, karena medannya yang sulit akibat masih tertutup longsor.
Banjir bandang itu sedikitnya menerjang tiga desa, yaitu Desa Lebo di Kecamatan Manganitu, Desa Belengang di Kecamatan Manganitu, dan Desa Ulung Peliung di Kecamatan Tamako.
“Akibat bencana itu, yang sangat parah di Desa Lebo. Kondisinya sekian banyak rumah hanyut dan tiga orang meninggal dunia. Satu sudah ditemukan dan dua masih tertutup longsor. Selain itu, 6 orang luka-luka sudah dibawa di rumah sakit,” katanya, Jumat siang.
Sementara itu, Kepala badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Sangihe Rivo Pudihang mengatakan, akibat adanya musibah itu ratusan warga dari tiga desa itu sudah dilakukan evakuasi ke tempat lebih aman.
Dari laporan yang masuk, lanjut dia, banjir bandang di Desa Lebo menyebabkan sekitar 5 unit rumah rusak dan hanyut. Sedangkan 80 kepala keluarga mengungsi.
Di Desa Belengang menyebabkan enam rumah rusak, satu rumah hanyut dan 16 KK mengungsi.
Sedangkan di Desa Ulung Peliung tercatat ada enam rumah hanyut, satu jembatan putus, 174 KK terisolasi di Lindongan dan 255 KK yang mengungsi.
“Ini merupakan data sementara,” ujar dia.(kompas.com)//punk