Banjir, Petani Rugi Hingga Diperkirakan Mencapai Milyaran Rupiah

60

Satu minggu lebih, wilayah Kabupaten Tanahbumbu (Tanbu), Kalimantan Selatan  dilanda banjir khususnya di Kecamatan Kusan Tengah. Hingga kini ada ribuan rumah warga yang terdampak banjir.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanbu, jumlah Kecamatan Terdampak Banjir teus meluas, dan data terakhir diketahui ada sembilan kecamatan terdampak banjir yaitu, Sungai Loban, Karang Bintang, Kusan Hulu, Kuranji, Kusan Tengah, Kecamatan Satui, Batulicin, Teluk Kepayang dan Kusan Hilir.

Di Kusan Hilir ada tiga desa terdampak namun yang kena hanya, fasilitas pendidikan, tempat ibadah, lahan pertanian dan jalan. Bersyukur, banjir tidak sampai menyebabkan korban jiwa.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanbu menginformasikan prakiraan cuaca mingguan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalsel masih berpotensi hujan, hujan ringan, dengan potensi hujan sedang hingga lebat dalam periode pertengahan bulan Juni ini, demikian ungkap Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tanbu, Christina Dewi Untari.

Kepala BPBD Tanbu, Sulhadi mengungkapkan Bupati Tanbu, Zairullah Azhar juga telah berkeliling memberikan bantuan kepada warga di kecamatan terdampak.

Di Kecamatan Kusan Tengah kurang lebih ada 75 jiwa terpaksa harus meninggalkan rumahnya akibat terendam banjir dan kini menempati pengungsian, di Desa  Salimuran, Kusan Tengah.

Meski demikian, ada juga warga yang tidak ingin mengungsi dan tetap bertahan di rumah mereka membuat semacam panggung untuk terhindar dari air.

Baca Juga  Usaha Sawit, Diharapkan Mampu Sejahterakan Masyarakat

Disampaikan kepala Desa Salimuran, Miswar Habibie, warganya kurang lebih sudah seminggu berada di pengungsian. Banyak dampak yang telah dirasakan oleh masyarakat salah satunya adalah tidak bisa bekerja. Sebab mayoritas masyarakat di sana petani.

Ironisnya lagi saat ini lahan pertanian mereka tenggelam oleh luapan Daerah Aliran Sungai  (DAS) Kusan. Sehingga bantuan dari pemerintah daerah dan para donaturlah yang saat ini mereka manfaatkan.

Sebagian masyarakat, sambungnya, ada yang  bekerja menangkap ikan, lalu hasilnya dijual, sehingga itu bisa menjadi mata pencaharian sementara.

Kondisi serupa juga disampaikan salah seorang petani, Dardi (37) dari Desa Barakat Mufakat, Kecamatan Satui yang mengaku mempunyai sawah seluas 1,5 hektare. Intensitas hujan tinggi mengguyur wilayah Satui dan sekitarnya, sehingga seluruh padi di sawah miliknya membusuk. Padahal, tanaman padi sudah mulai meurai (mengembang, red) tinggal beberapa waktu lagi sudah siap panen.

Ia pun menyebut tak hanya sawah miliknya, tetapi ratusan hektare sawah petani lainnya juga mengalami hal yang sama. “Kami para petani merugi, karena gagal panen pak,” ujarnya yang juga merupakan Ketua Gapoktan Kayuh Baimbai Desa Barakat Mufakat itu.

Banjir yang berdampak ke lahan pertanian diakui dinas setempat. Dan akibat banjir ini, petani di Tanbu mengalami kerugian hingga lebih dari Rp 10 miliar. Itu disampaikan Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Tanbu Robby Candra. “Saat ini ada fase persemaian 115 hektare, 453.00 hektare fase vegetatif, 1.354,75 hektare fase generatif dan fase panen 140,12 hektare yang terdampak banjir,” ungkapnya.

Baca Juga  Urai Antrian Pemudik Kapal Laut, PELNI Siapkan 3 Unit Mesin Check-in Mandiri

Di fase persemian saja kerugiannya diperkirakan mencapai Rp 34.500.000. Itu dari hasil perkalian antara luasan terdampak 115 hektare dengan satuan kerugian Rp 12.000.

Adapun banjir di Desa Asamasam di Kecamatan Jorong dan lima desa di Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanahlaut (Tala) turut menyebabkan sebagian hamparan sawah terdampak.

Pj Bupati Tala H Syamsir Rahman mengatakan berdasar laporan sementara yang ia dapatkan, sekitar 250 hektare yang rusak akibat banjir pekan lalu. Ia memastikan akan menyalurkan bantuan benih padi untuk para petani yang tanaman padinya rusak terdampak banjir tersebut.

Terpisah, Kades Asamasam Abdul Muhid menuturkan hingga Kamis (13/6) kelompok tani di kampungnya masih melakukan pendataan detail luasan sawah yang terdampak banjir.

data dan foto bersumber dari : BanjarmasinPost.co.id dan telah terbit dengan judul Warga Salimuran Tanahbumbu Seminggu di Pengungsian, Petani Rugi Hingga Rp 10 Miliar, https://banjarmasin.tribunnews.com/2024/06/14/warga-salimuran-tanahbumbu-seminggu-di-pengungsian-petani-rugi-hingga-rp-10-miliar?page=2.