Apa Saja Keistimewaan Bulan Ramadhan ?

602

fokusbatulicin.net – Keistimewaan bulan Ramadhan dalam Al Quran dan hadits banyak dijelaskan. Bulan suci Ramadhan menjadi momen yang paling dinanti dan dirindukan oleh umat muslim di seluruh dunia, begiu juga di Indonesia.

Banyaknya keistimewaan bulan Ramadhan, membuat umat muslim merasakan nikmatnya menjalani ibadah. Di bulan suci Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk banyak berdoa dan berbuat kebaikan, baik dalam konsep Hablum Minallah (hubungan manusia dengan Sang Pencipta), Hablum Minannas (hubungan antar individu) maupun Hablum Minal ‘Alam (hubungan manusia dengan alam). Ketiganya saling berkesinambungan dalam mendapatkan ridha Allah SWT.

Dari sekian banyak amal kebaikan yang tertuang dalam ketiga konsep tersebut, ada sejumlah amalan yang disukai Allah SWT. Alangkah indahnya jika kita bisa menjalankannya, demi meraih keistimewaan bulan Ramadhan. Begitu istimewanya bulan suci ini, bahkan hanya menantikannya saja sudah bernilai ganjaran tertebas api neraka.

“Barang siapa yang bergembira akan hadirnya bulan Ramadhan, maka jasadnya tidak akan tersentuh sedikit pun oleh api neraka.” (HR. an-Nasa’i).

Keistimewaan bulan Ramadhan dalam Al Quran yang utama adalah karena termasuk momen turunnya kitab suci Al Quran syahrul Quran itu sendiri. Peristiwa ini menjadi bukti nyata atas kemuliaan dan keutamaan bulan Ramadhan. Hal ini tertuang dalam penggalan surah Al Baqarah ayat 185 berikut ini:

Allah SWT berfirman,”Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Alquran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan petunjuk tersebut dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)”. (QS. Al-Baqarah: 185).

Keistimewaan bulan Ramadhan lainnya adalah dibukanya pintu-pintu surga dan ditutupnya pintu-pintu neraka serta diikatnya setan-setan. Allah SWT memberi kesempatan kepada hamba-Nya untuk masuk surga dengan mengerjakan ibadah dan amal shalih selama bulan Ramadhan.

إذَا كَانَ أوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِرَمَضَانَ صُفِّدَتْ الشَّيَاطِيْنُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَفُتِّحَتْ أبْوَابُ الجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِيْ مُنَادٍ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ وَذَلِكَ كُلُّ لَيْلَةٍ

Artinya: “Jika awal Ramadhan tiba, maka setan-­setan dan jin dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satu pintu pun yang dibuka. Sedangkan pintu-pintu surga dibuka, dan tidak satu pintu pun yang ditutup. Lalu ada seruan (pada bulan Ramadhan); Wahai orang yang menginginkan kebaikan, datanglah. Wahai orang yang ingin kejahatan, tahanlah dirimu. Pada setiap malam Allah SWT memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka.” (HR Tirmidzi)

Baca Juga  Kajian Kitab Al-Hikam Ibnu Atho illah, Pasal 7: Cahaya Basirah

Keistimewaan bulan Ramadhan selanjutnya yang yang tak kalah penting, bahkan kerap disebut dengan bulan syahrun mubarak. Hal ini berdasarkan pada dalil hadits Nabi Rasulullah SAW berikut ini:

قَدْ جَاءَكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌمُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فَيْهِ أبْوَابُ الْجَحِيْمِ وَتُغَلًّ فَيْهَ الشَّيَاطَيْنُ فَيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ ألْفِ شَهْرٍ

Rasulullah SAW bersabda: “Telah datang Bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, maka Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa pada bulan itu, saat itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, para setan diikat dan pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.” (HR. Ahmad)

Keistimewaan bulan Ramadhan bukan hanya mendapatkan berkah pahala semata tapi juga ada berkah lain ditinjau dari aspek ekonomi, di mana Ramadhan memberi keberkahan ekonomi bagi para pedagang dan lainnya.

Kemudian bagi fakir miskin, terdapat keistimewaan bulan Ramadhan tersendiri. Pada bulan suci ini, seorang muslim digalakkan dan disunnahkan untuk berinfaq dan bersedekah. Bahkan diwajibkan untuk membayar zakat fitrah untuk golongan yang membutuhkan.

Keistimewaan bulan Ramadhan berikutnya merupakan momen yang paling baik untuk penghapusan dosa-dosa atau bertobat. Rasul SAW bersabda yang artinya: “Sholat lima waktu, Jumat ke Jumat dan Ramadan ke Ramadan menghapuskan dosa-dosa di antara masa-masa itu selama dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim)

Melalui ibadah puasa dan rangkaian amalan Islam lainnya, diharapkan menjadi penghapus dosa yang telah kita lakukan sebelumnya. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW yang artinya:

Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah SWT, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Selain itu, shalat tarawih yang dikerjakan di setiap malam di bulan Ramadan juga turut menghapus dosa-dosa yang telah lalu. Sebagaimana hadis Nabi SAW yang artinya:

“Barangsiapa yang berpuasa melakukan shalat malam pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah SWT, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Keistimewaan bulan Ramadhan dalam Al Quran selanjutnya yang mungkin sudah tak asing lagi dan banyak dinanti oleh umat muslim adalah peristiwa Lailatul Qadar. Pada malam inilah, yakni antara 10 hari terakhir di bulan Ramadan adalah diturunkannya Alquranul Karim.

Lailatul Qadar adalah salah satu malam pada malam-malam terakhir dan ganjil di bulan Ramadan. Bahkan disebutkan bahwa malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan.

Baca Juga  Kisah Tragis Santri Kualat, Padahal Hafal Kitab Tuhfatul Muhtaj

Keistimewaan bulan Ramadhan dalam Al Quran tertuang dalam surah Al Qadr ayat 1-5. Telah dijelaskan oleh Allah SWT yang artinya:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadr ayat 1-5)

Keistimewaan bulan Ramadhan dalam Al Quran berikutnya berdasarkan surah Al Baqarah ayat 185 yakni Allah SWT telah menjadikan puasa yang ditunaikan di bulan Ramadhan sebagai rukun yang keempat dari rukun Islam.

Bahkan dalam hadis juga telah disebutkan, Ibnu Umar meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW, bersabda:

Islam dibangun atas lima (rukun); Bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, mendirikan salat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan, dan haji ke Baitullah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Keistimewaan bulan Ramadhan selanjutnya yang patut diagungkan adalah karena limpahan pahala dan keberkahan. Cukup dengan memberi makan atau minum buka orang yang puasa maka mendapat pahala sebanyak pahala orang puasa tersebut. Hal ini berlandaskan dalam hadis Nabi SAW berikut:

مَنْ فَطَرَ صَائِمًا كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أجْرِ الصَّا ئِمِ لَا يَنْقُصَ مِنْ أجْرِ الصَّائِمِ شَيْئٌ

“Barangsiapa memberi perbukaan (makanan atau minuman) kepada orang yang berpuasa, maka dia akan mendapat pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang berpuasa tersebut.” (HR. Ahmad)

keistimewaan bulan Ramadhan berikutnya karena pahala sedekah di waktu ini, menjadi yang terbaik dibanding waktu yang lain.

أيُّ الصَّدَقَةِ أفْضَلُ؟ قَالَ صَدَقَةٌ فَيْ رَمَضَانَ

Rasulullah SAW pemah ditanya; Sedekah apakah yang paling mulia? Beliau menjawab: “Yaitu sedekah dibulan Ramadhan.” (HR Tirmidzi)

Sebagai keistimewaan bulan Ramadhan yang penuh berkah, alangkah baiknya kita tak perlu ragu dalam berbagi. Bahkan Allah SWT menjanjikan akan melipatgandakan rezeki.

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (QS. Al Hadid ayat 18)

berbagai sumber

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here