Apa saja keistimewaan Bulan Ramadhan?

173

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah dan ampunan. Karena keberkahannya ini, bulan Ramadhan juga disebut dengan Syahrul Mubarok yang dinanti-nanti oleh umat Islam. Kita diwajibkan berpuasa selama satu bulan penuh yang setiap harinya memiliki keutamaan, rahmat dari Allah Swt. dan pahala yang berlimpah.

Karenanya, untuk meningkatkan pahala yang berlimpah, kita dianjurkan untuk melakukan amalan-amalan terbaik di bulan yang baik ini. Beberapa amalan yang bisa dilakukan adalah melakukan tadarus Alquran, melaksanakan shalat sunnah, dan berbagi dengan saudara yang membutuhkan atau bersedekah.

Selain melakukan amalan untuk meningkatkan pahala, kita perlu tahu Keutamaan bulan Ramadhan yang terbagi menjadi tiga, yaitu sepuluh hari pertama, sepuluh hari kedua, dan sepuluh hari terakhir. Simak keutamaan 10 hari pertama Ramadhan berikut.

1. Ditutupnya Pintu Neraka
Bulan Ramadhan menjadi salah satu bulan yang dirahmati dimana pintu-pintu neraka ditutup dan para setan dibelenggu. Sebagaimana yang diriwayatkan dalam hadits riwayat al-Tirmidzi dan Ibn Majjah berikut.

“Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Ketika tiba awal malam bulan Ramadhan, para setan dan pemimpin-pemimpinnya dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup dan tidak ada yang dibuka. Pintu-pintu surga dibuka dan tidak ada yang ditutup, lalu ada penyeru yang berseru, ‘Hai orang yang mencari kebaikan, teruskanlah. Hai orang yang mencari keburukan, berhentilah. Sesungguhnya Allah membebaskan orang-orang dari neraka, dan itu terjadi pada setiap malam’.” (Lihat: Ibn Majjah al-Qazwaini, Sunan Ibn Majjah, [Beirut: Dar Fikr, T.t], j. 2, h. 26.).

2. Bulan yang Penuh Rahmat

Terdapat salah satu hadits yang diriwayatkan oleh al-Baihaqi dalam Syuʽabul Iman dan juga diriwayatkan oleh Ibn Khuzaimah dalam Sahih ibn Khuzaimah.yang menyebutkan bahwa, “Awal bulan Ramadhan adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, sedangkan akhirnya adalah terbebas dari neraka.”.

Sebahagian ulama berpendapat hadits yang diriwayatkan oleh Ibn Khuzaimah dalam Sahih-nya, menurut al-Suyuthi, hadits ini bermuara pada satu sumber sanad (madar), yaitu Ali ibn Zaid ibn Jadʽan yang divonis oleh para ulama sebagai orang yang dhaif. Namun sekedar diketahui umtuk mengamalkan hadits (dhaif ) ini pun diperbolehkan dan dianjurkan oleh kebanyakan ulama.
3. Lebih Mendekatkan Diri Kepada Allah Swt.
Salah satu amalan yang baik dan dianjurkan di bulan yang penuh berkah ini adalah membaca Al-Quran sebagaimana yang diterangkan dalam Al-Quran berikut.

“Di antara amal kebajikan yang sangat dianjurkan dilakukan di bulan Ramadhan adalah tadarus Al-Quran. Tadarus Alquran berarti membaca, merenungkan, menelaah, dan memahami wahyu-wahyu Allah SWT yang turun pertama kali pada malam bulan ramadan.” (QS. Al Baqarah ayat 185).

Ini berarti, membaca Al-Quran di bulan Ramadhan merupakan salah satu ikhtiar untuk meningkatkan pahala.

4. Terkabulnya Doa
Setiap kita pasti ingin doanya dikabulkan, karenanya kita harus mengetahui dan memanfaatkan waktu mustajab dalam berdoa. Salah satu waktu mustajab berdoa adalah di Bulan Ramadhan, salah satunya adalah saat sahur.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Sesungguhnya, Allah membebaskan beberapa orang pada setiap hari dan malam (Ramadhan), setiap hamba di antara mereka ada doa yang dikabulkan” (HR. Ahmad).

5. Allah Swt. Melihat Umat Nabi Muhammad saw.
Salah satu keutamaan 10 hari pertama puasa Ramadhan adalah Allah Swt. tidak memberikan azab kepada umat Rasulullah saw. yang dilihat-Nya. Sebagaimana potongan hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, Al-Bazzar, Al-Baihaqi dari Jabir: “Pada suatu hari aku berada di sisi Utbah bin Farqad ketika Rasulullah Saw bersabda: “Telah diberikan kepada umatku bulan Ramadhan lima hal, yang belum pernah diberikan kepada seseorang Nabi sebelumku: Pertama, di permulaan bulan Ramadhan Allah melihat kepada para umatku. Barang siapa Allah melihat kepadanya niscaya tidak diadzabnya selamanya.”

Allah Subhanahuwataala berfirman :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW pun memberikan berita gembira kepada umatnya terkait bulan suci Ramadhan ini. Nabi bersabda,

Baca Juga  Mengenal Habib Usman Bin Yahya Betawi

“Sungguh! Kebahagiaanlah bagi orang-orang yang melalui bulan (Ramadhan) ini dengan berpuasa, beribadah, dan melakukan amal saleh.”

Selain itu, diketahui pula berikut keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan, diantaranya :

1. Bulan Penuh Berkah (Syahrul Mubaarok), Bulan Diturunkannya Al-Quran

Pertama, bulan Ramadhan disebut sebagai Syahrul Mubarok atau bulan penuh keberkahan. Hal ini karena pada bulan inilah diturunkannya Al-Quran ke langit dunia untuk menjadi petunjuk bagi manusia.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 185, “Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil)”.

Rasulullah SAW bersabda, “Telah datang kepada kalian Ramadhan bulan penuh berkah (syahrun mubarokun), Allah Azza wa Jalla telah mewajibkan atas kalian berpuasa di dalamnya.” (HR. An Nasai dan dishahihkan oleh Al Albani dalam kitab Shahih Al Jami’ no. 55)

2. Semua Pintu Surga Dibuka, Pintu Neraka Ditutup, dan Setan Dibelenggu
Rasulullah SAW bersabda,

“Apabila Ramadhan tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.” (HR. Muslim)

3. Puasa Ramadhan Adalah Salah Satu Rukun Islam
Seperti diketahui, berpuasa di bulan Ramadhan adalan rukun Islam yang keempat. Dengan demikian, puasa Ramadhan menjadi salah satu pondasi keislaman seorang muslim.

Baik buruknya keislaman seseorang, dapat dilihat dari bagaimana ia menjalankan puasa Ramadhan. Jika seseorang bersungguh-sungguh dalam menjalankan puasa Ramadhan maka akan menguatkan fondasi keislamannya.

4. Puasa Ramadhan Mendidik untuk Meraih Derajat Takwa
Tujuan akhir dari berpuasa Ramadhan adalah mendidik seseorang meraih derajat takwa. Hal ini seperti dijelaskan dalam Al-Qur’an,

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah:183).

Ramadhan akan mendidik kita agar istiqomah dalam bertaqwa. Sehingga mendapat kemuliaan di sisi Allah SWT.

5. Amalan Puasa Ramadhan Pahalanya Tidak Dibatasi
Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan anak bani Adam akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal, hingga tujuh ratus kali lipat.”

Allah Ta’ala berfirman, ‘Kecuali amalan puasa, amalan tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku.’

6. Semua Amal Shalih Dilipatgandakan Pahalanya di Bulan Ramadhan
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda,

“Barang siapa pada bulan ini mendekatkan diri (kepada Allah) dengan satu kebaikan, ia seolah-olah mengerjakan satu ibadah wajib pada bulan yang lain. Barang siapa mengerjakan satu perbuatan wajib, ia seolah-olah mengerjakan 70 kewajiban di bulan yang lain.”

7. Adanya Malam Lailatul Qadar
Malam Lailatul Qadar disebutkan oleh Allah SWT sebagai malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Jika seseorang mengerjakan ibadah dan amal shaleh pada malam itu, maka nilainya lebih baik daripada jika melakukannya selama 1000 bulan.

Allah SWT berfirman,

لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ

“Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. Al-Qadr:3)

8. Waktu Mustajab untuk Berdoa
Setidaknya terdapat 3 waktu utama yang paling mustajab untuk berdoa di dalam bulan Ramadhan. Yakni, pada waktu sahur, berpuasa, dan iftar (berbuka puasa).

9. Penyebab Diampuninya Dosa-dosa
Rasulullah SAW bersabda,

من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

“Siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari Muslim)

10. Puasa Ramadhan Menjadi Penyebab Masuk Surga dari Pintu Ar-Royyan
Dari Sahl bin Sa’ad, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

إِنَّ فِى الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ ، فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ ، فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ

“Sesungguhnya di surga ada suatu pintu yang disebut “ar rayyan”. Orang-orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut pada hari kiamat. Selain orang yang berpuasa tidak akan memasukinya. Nanti orang yang berpuasa akan diseru, “Mana orang yang berpuasa.” Lantas mereka pun berdiri, selain mereka tidak akan memasukinya. Jika orang yang berpuasa tersebut telah memasukinya, maka akan tertutup dan setelah itu tidak ada lagi yang memasukinya” (HR. Bukhari no. 1896 dan Muslim no. 1152)

Baca Juga  4 Tips Meraih Kemuliaan Ramadhan

11. Puasa Ramadhan Memberikan Syafaat di Akhirat Kelak
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ ﻭَﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ ﻳَﺸْﻔَﻌَﺎﻥِ ﻟِﻠْﻌَﺒْﺪِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ

Artinya: “Amalan puasa dan membaca Al-Qur’an akan memberi syafa’at bagi seorang hamba di hari kiamat.” [HR. Ahmad, Shahih At-Targhib: 1429]

12. Orang yang Berpuasa Akan Bergembira Ketika Bertemu Allah di Akhirat
Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Allah SWT berfirman, ‘Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa. Puasa tersebut adalah untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya. Puasa adalah perisai. Apabila salah seorang dari kalian berpuasa maka janganlah berkata kotor, jangan pula berteriak-teriak. Jika ada seseorang yang mencaci dan mengajak berkelahi maka katakanlah, ‘Saya sedang berpuasa’. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah SWT pada hari kiamat dari pada bau misk (kasturi). Dan bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan, ketika berbuka mereka bergembira dengan bukanya dan ketika bertemu Allah mereka bergembira karena puasanya’.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Orang yang berpuasa itu disebutkan oleh Rasulullah akan mendapatkan dua kegembiraan. Kegembiraan ketika berbuka puasa dan kegembiraan ketika kelak nanti bertemu Allah di akhirat.

13. Bau Mulut Orang yang Berpuasa Lebih Harum di Sisi Allah
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,

“Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangannya, sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah pada hari kiamat daripada bau misk/kasturi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

14. Puasa Ramadhan sebagai Penebus Dosa-dosa yang Telah Lewat dan yang Akan Datang
Dikutip dari laman NU Online, puasa Ramadhan juga dapat menebus dosa-dosa yang telah lalu dengan syarat puasanya ikhlas. Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إيْمَا نًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: “Barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan karena Iman dan mengharap pahala dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari dan Muslim)

Demikian juga dosa-dosa yang akan datang akan diampuni hingga datangnya bulan Ramadhan berikutnya:

Rasulullah SAW bersabda:

اَلصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَاُن إلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاةٌ مَا بَيْنَهُنَّ إذَاجْتَنَبَ اْلكَبَائِرَ

Artinya: “Jarak antara shalat lima waktu, shalat Jumat dengan Jumat berikutnya dan puasa Ramadhan dengan Ramadhan berikutnya merupakan penebus dosa-dosa yang ada di antaranya, apabila tidak melakukan dosa besar.” (HR Muslim)

15. Dibebaskannya Para Penghuni Neraka
Rasulullah SAW bersabda:

إذَا كَانَ أوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِرَمَضَانَ صُفِّدَتْ الشَّيَاطِيْنُ وَمَرَدَةُ الْجِنِّ وَغُلِّقَتْ أبْوَابُ النَّارِ فَلَمْ يُفْتَحْ مِنْهَا بَابٌ وَفُتِّحَتْ أبْوَابُ الجَنَّةِ فَلَمْ يُغْلَقْ مِنْهَا بَابٌ وَيُنَادِيْ مُنَادٍ يَا بَاغِيَ الْخَيْرِ وَيَا بَاغِيَ الشَّرِّ أقْصِرْ وَلِلَّهِ عُتَقَاءُ مِنَ النَّارِ وَذَلِكَ كُلُّ لَيْلَةٍ

Artinya: “Jika awal Ramadhan tiba, maka setan-­setan dan jin dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup, tidak ada satu pintu pun yang dibuka. Sedangkan pintu-pintu surga dibuka, dan tidak satu pintu pun yang ditutup. Lalu ada seruan (pada bulan Ramadhan): Wahai orang yang menginginkan kebaikan, datanglah. Wahai orang yang ingin kejahatan, tahanlah dirimu. Pada setiap malam Allah SWT memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka.” (HR Tirmidzi)

16. Sedekah Terbaik adalah pada Bulan Ramadhan
أيُّ الصَّدَقَةِ أفْضَلُ؟ قَالَ صَدَقَةٌ فَيْ رَمَضَانَ

Artinya: Rasulullah SAW pernah ditanya, “Sedekah apakah yang paling mulia?” Beliau menjawab: “Yaitu sedekah dibulan Ramadhan”. (HR Tirmidzi)

17. Umrah di Bulan Ramadhan Pahalanya Seperti Haji
Rasulullah SAW bersabda:

فَإِنَّ عُمْرَةَ فِيْ رَمَضَانَ حَجَّةٌ

Artinya: “Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan sama dengan pahala haji.” (HR Bukhari)

**Sumber : rangkuman kajian Malam 5 Ramadhan Ust. Muhammad Fadli bin Aqif Assasaqy (Khadimul Majlis Hikmatul Muhibbin)